Selasa, 13 Juli 2010

Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ke-7, memilih Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum 2010-2015 secara aklamasi. 33 DPD menerima laporan pertanggung jawaban Prabowo dan meminta agar Prabowo kembali memimpin HKTI.  “Pak Prabowo terpilih secara aklamasi dan sah sebagai Ketua Umum HKTI 2010-2015,” ujar Sekjen HKTI Rachmat Pambudy kepada detikcom di Inna Grand Bali Beach Hotel Santur, Selasa (13/7/2010).

Menurut Rachmat, hanya DPD Bengkulu yang tidak memberikan suaranya. Sebab, pengurus provinsi ini tidak hadir saat rapat pleno. “Tadi kita panggil-panggil juga tidak ada,” katanya.

Dengan terpilihnya Prabowo, lanjutnya, agenda Munas tinggal menyisahkan sidang Komisi Munas yaitu, perancangan dan pengesahan AD/ART, rapat komisi program dan rapat rekomendasi hasil Munas. Prabowo mengungguli 3 kandidat lainnya, yakni Jafar Hafsah, Titiek Soeharto dan Osman Sapta Odang.

(Detik.com)

Iklan

PRABOWO KAGUMI HERMAN SARENS

Posted: Juli 11, 2010 in berita

Minggu, 11 Juli 2010

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengagumi sosok almarhum Brigjen TNI (Purn) Herman Sarens Sudiro. Menurut Prabowo, Herman Sarens merupakan sosok prajurit yang memiliki patriotisme tinggi. “Beliau adalah pejuang 45, seorang tokoh yang sangat saya kagumi,” kata Prabowo saat melayat ke rumah duka, Jalan Daksa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (11/7/2010).

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini menilai Herman memiliki jiwa sosial dan semangat nasionalisme yang tinggi. Prabowo kemudian mengingat kiprah Herman yang aktif di bidang olahraga dan kepemudaan.

Meski terkesan “sangar”, kata Prabowo, Herman Sarens tak segan untuk membagikan pengalaman dan semangatnya kepada kaum muda. “Semangat dan jiwa mudanya itu tinggi sekali, ya koboi-koboian begitulah, seperti Nagabonar. Tapi saya senang dengan beliau,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Brigjen TNI (Purn) Herman Sarens Sudiro tutup usia pada siang tadi karena sakit komplikasi yang dideritanya. Almarhum wafat dalam usia 82 tahun setelah dirawat cukup lama di RS Pusat Pertamina, Jakarta Selatan.  Herman sempat menjadi terdakwa kasus penyalahgunaan aset negara yakni tanah milik TNI. Kasus Herman yang diproses di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta akhirnya dinyatakan ditutup setelah dokter menyatakan Herman tidak bisa mengikuti jalannya sidang karena sakit yang dideritanya.

(Kompas.com)

PEROLEHAN MEDALI PORDA JAWA BARAT

Posted: Juli 11, 2010 in berita
Daerah Emas Perak Perunggu
Kota Bandung 68 54 57
Kab. Bogor 46 51 37
Kab. Bekasi 42 26 38
Kab. Bandung 40 49 49
Kota Bekasi 36 15 25
Kab. Bandung Barat 20 30 33
Kab. Purwakarta 19 16 17
Kab. Indramayu 18 17 23
Kab. Ciamis 13 14 23
Kota Bogor 13 12 20
Kab. Subang 12 10 18
Kab. Cianjur 11 17 19
Kab. Garut 11 11 17
Kab. Tasikmalaya 10 11 8
Kota Tasikmalaya 10 6 12
Kab. Sumedang 8 13 20
Kab. Karawang 8 7 21
Kota Sukabumi 6 5 12
Kab. Kuningan 6 5 5
Kota Cirebon 5 9 17
Kab. Cirebon 2 7 19
Kota Cimahi 2 6 10
Kab. Sukabumi 2 5 10
Kab. Majalengka 2 2 6
Kota Depok 2 2 6
Kota Banjar 1 1 3

JAKARTA, (PRLM).- Untuk menghadapi Pemilu 2014 mendatang, elit politik akan memakai semua ‘kendaraan’ seperti masuknya dalam persaingan calon Ketua Umum pada organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Namun Prabowo Subianto kemungkinan besar akan tetap unggul dari dua pesaing dari elit parpol lainnya seperti Jafar Hafsah (Partai Demokrat) dan Usman Sapta (Partai Persatuan Daerah). Hal itu diungkapkan pengamat politik dari LIPI Indria Samego dalam diskusi hasil Survei Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) di Jakarta, Rabu (7/7). “Untuk memenangi Pemilu, semua ‘kendaraan’ akan dipakai termasuk HKTI, karena prinsip kekuasaan itu menyebar dan ke mana-mana,” kata Indria. Meski HKTI tidak berpengaruh secara otomatis dengan pemilih petani, Indria mengatakan, Prabowo punya modal politik yang tidak dimiliki oleh calon lainnya, bahkan untuk tingkat Pemilu 2014 mendatang. Prabowo lebih punya kans di Pemilu 2014 dibandingkan Aburizal Bakrie karena alasan primordialisme. Pada 2014 juga, figur Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan ikut bersaing lagi karena sudah menjabat Presiden sebanyak dua periode. Prabowo pun mempunyai modal sebuah partai yang bisa berkembang dalam menghadapi Pemilu 2014 mendatang. “HKTI itu tidak secara otomatis menjadi pilihan petani dalam mengartikulasikan pilihan-pilihannya.Tapi Prabowo punya modal politik yang besar untuk maju di Pemilu 2014,” kata Indria. Sementara itu Direktur Eksekutif Puskaptis Husein Yazid mengatakan, Prabowo Subianto menduduki ranking pertama dengan raihan 56,07 persen responden hasil survei Puskaptis tentang persepsi publik untuk tokoh paling menonjol di bidang pertanian. Urutan kedua terbanyak adalah Siswono Yudhohusodo (8,65%), kemudian ada mantan Menteri Pertanian Anton Apriyantono (2,10%), Prof. Bungaran Saragih (1,90%). Tokoh lainnya 1,33 persen, dan yang menjawab tidak tahu sebanyak 29,95 persen. “Prabowo meraih survei terbanyak karena saat ini merupakan Ketum HKTI dan juga figur nasional,” kata Husein. Husein menjelaskan bahwa survei Puskaptis itu dilakukan 21-24 Juni 2010 dengan 880 responden di 16 provinsi di Indonesia. Adapun tingkat margin error berkisar 3-5 persen dan tingkat keyakinan 95 persen. “Prabowo dinilai respon sebagai figur yang memiliki kepedulian, merakyat dan membawa kemajuan terhadap nasib petani dan memajukan sektor pertanian,” kata Husein. Sementara itu, pengamat ekonomi Aviliani mengatakan sektor pertanian sangat penting bagi kampanye pemilu 2014. Pasalnya dari sebesar 117 juta angkatan kerja, ternyata 42 persen itu adalah di sektor pertanian. “Kalau bisa mengelola kampanye di sektor pertanian, maka berpotensi untuk memenangi pemilu,” kata Aviliani. (A-130/das)***

Sabtu, 10 Juli 2010
Pengawasan Internal di Kementerian Dalam Negeri tidak didesain untuk mengawasi tindak pidana korupsi. Pengawasan internal pengelolaan keuangan daerah diserahkan kepada pemerintah daerah.Antisipasi korupsi Kepala Daerah tidak efektif jika diawasi oleh pengawas internal Kementerian Dalam Negeri. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan bahwa Inpektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri hanya melakukan pembagian anggaran sesuai dengan dekonsentrasi daerah. “Inspektorat wilayah (Irwilprov) yang melakukan pengawasan atas penggunaan anggaran ini,” ujarnya. Atas tugas ini, maka pengawasan terhadap pengelolaan tidak dilakukan oleh Irjen Kementerian Dalam Negeri. Menurutnya untuk mengindikasikan dugaan korupsi kepala daerah lebih efektif jika dimonitor melalui daerah. Gamawan menjelaskan bahwa Irjen Kementerian Dalam Negeri hanya memprioritaskan pengawasan untuk mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Makanya, Kementerian Dalam Negeri memberlakukan sistem pengawasan internal pemerintah (SPIP). Sistem ini hanya untuk mengontrol pengelolaan anggaran di pusat. “Memang ini murni pencegahan tidak dapat mengendus adanya korupsi,” tegasnya.
(Mediaindonesia.com)

Kamis, 08 Juli 2010
Prabowo Subianto ditetapkan oleh Pusat Kajian dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) sebagai tokoh yang memajukan pertanian Indonesia. Hasil survei Puskapti menetapkan Prabowo diurutan pertama mengalahkan Siswono Yudhohusodo maupun Bungaran Saragih.Pada survei yang dipublikasikan, Rabu (7/7/2010) di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Prabowo Subianto meraih 56.07%, sedangkan Siswono Yudohusodo hanya meraih 8.65%. Survei tersebut dilakukan dengan Multistage Random Sampling, dengan margin eror 3,5% dengan tingkat keyakinan 95%, atas 880 responden. Karakteristikntya adalah Jenis Kelamon, Umur, lama tinffal, suku pendidikan, pekerjaan serta tingkat pendapatan. Dalam survei yang dilakukan oleh Puskaptis di lima wilayah besar itu, juga digali presepsi masyarakat terhadap ketua HKTI itu. Antara lain 38,18% yang menganggapnya sebagai figur takyat, 10,9% lainnya memandang Prabowo sebagai Figur yang memiliki kepedulian. Menurut pakar ekonomi pertanian, Aviliani, sektor pertanian menjadi penting karena perekonomian Indonesia itu tergantung dari pertanian, dan sepuluh bahan ekspor terbesar adalah produk pertanian, walaupun bahan mentah. “Pertanian juga penting untuk menghadapi Era Cafta pada 2012, kalau (Indonesia) tiggak siap ya bahaya,” pungkas Aviliani dalam konrensipers tersebut. Sehingga menurutnya tokoh yang berpengaruh bagi masyarakat dalam bidang pertanian, akan mempunyai modal besar dalam mengeluarkan negri ini dari krisis.
(Kompas.com)
.

Selasa, 06 Juli 2010

Analogi binatang yang belakangan kerap dipakai oleh para elite dalam menggambarkan realitas kehidupan manusia menunjukkan rendahnya keadaban publik. Tidak adanya pilihan kosa kata lain yang lebih murni dan agung, menunjukkan apresiasi terhadap kemanusiaan semakin rendah. “Ini menghancurkan keadaban yang dimiliki,” kata sastrawan Radhar Panca Dahana saat berbincang dengan detikcom, Senin (5/7/2010). Sutradara lakon ‘Republik Reptil’ ini mengatakan, sebagai bangsa yang berbudaya dan kaya akan literatur bahasa yang indah, seharusnya para elite tidak menggunakan analogi binatang-binatang yang melambangkan kelicikan dan kebusukan. “Mereka tidak terbiasa punya literatur bahasa yang indah, seperti pejabat luar sering menggunakan Shakespeare, kenapa kita tidak menggunakan kata-kata yang berbudaya dari Sutan Takdir dan Rendra,” kata dia. “Kebudayaan itulah yang seharusnya membuat kita kaya,” kata dia. Radhar menilai penggunaan nama-nama binatang cicak, buaya, babi, tikus juga menunjukkan keterpurukan mental dan psikologis suatu bangsa. Sebab, binatang-binatang itu bukan bintang yang dalam fabel bukan mewakili derajat kemuliaan.

(Detik.com)