Archive for the ‘Uncategorized’ Category

BERITA DUKA

Posted: Agustus 23, 2010 in Uncategorized

Kami Keluarga Besar GARUDA LIMA Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya sahabat kami tercinta :

WILLY A HASAN

Semoga almarhum diterima semua amal ibadahnya dan bagi Keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kesabaran

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan, melakukan sosialisasi penggunaan LPG secara aman. Kali ini sosialisasi di lakukan di daerah Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta, Minggu (1/8).

PT Pertamina (Persero) kembali mengingatkan bahwa tidak menjual selang dan ataupun regulator elpiji hingga ke rumah-rumah warga, selang dan regulator Pertamina hanya dijual melalui agen-agen resmi dan tidak didistribusikan secara langsung.

Selasa, 20 Juli 2010

Belum setahun masa kerja, anggota DPR periode 2009-2014 sudah menunjukkan tanda-tanda malas dan tidak bermutu. Anggota DPR mulai ogah-ogahan mengikuti rapat pengambilan keputusan, rapat Paripurna DPR dan rapat-rapat Komisi
Saat ini DPR sedang mengadakan rapat paripurna di Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/7/2010). Agenda rapat kali ini adalah pandangan fraksi terhadap materi RUU tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBN 2010 dan pembentukan Pansus RUU tentang otoritas jasa keuangan.

Pantauan detikcom di ruang Paripurna, rapat yang harusnya dimulai pukul 09.00 WIB sebagaimana tertulis dalam jadwal terpaksa ditunda karena menunggu peserta rapat kuorum. Sementara kuorum rapat baru terpenuhi ketika pukul 10.00 WIB. Itupun kuorum yang sebatas laporan absensi.

Sebab, pandangan mata peserta rapat yang hadir tidak lebih banyak dari angka anggota DPR yang menandatangani absensi rapat. Rapat paripurna baru dimulai saat pimpinan rapat yang juga Wakil Ketua DPR Anis Matta membacakan 284 anggota DPR membubuhkan tandatangannya.

Dari dalam ruang sidang, nampak pimpinan rapat yang hadir pun hanya Anis Matta sendiri. Empat pimpinan DPR lainnya pun tidak menunjukkan batang hidungnya.

Sementara itu selama proses persidangan satu persatu anggota DPR mulai meninggalkan rapat paripurna. Sebut saja anggota DPR FPKB Lily Wahid, anggota DPR dari FPD Saan Mustopa, anggota DPR dari FPKS Muzamil Yusuf, memilih kembali ke ruangannya atau mengikuti acara lain.

Hal berbeda ditunjukkan oleh geng tim inisiator Pansus Century seperti Akbar Faizal, Andi Rahmat dan Bambang Soesatyo serta Sekretaris FPG Ade Komaruddin terlihat santai mengobrol di pintu samping ruang rapat paripurna. Tak jelas apa yang dibicarakan orang-orang ini di sela-sela penyampaian pandangan fraksi.

Pantauan detikcom dari jalannya persidangan, hingga pukul 12.00 WIB hanya tinggal seratusan anggota DPR yang bertahan. Anggota DPR di dalam ruang rapat terlihat tidak cukup serius mengikuti rapat paripurna, sebagian anggota bermain ponsel dan sisanya terlihat asyik mengobrol.

“Jalan saja ada acara,” ujar Andi Rahmat saat disapa detikcom seraya menuruni elevator lantai III Gedung Nusantara II DPR, tempat paripurna berlangsung.

Sementara itu anggota Komisi III DPR dari FPDIP Trimedya Pandjaitan, anggota Komisi II DPR dari FPD Agun Gunanjar, bersama Ade Komaruddin melintas di belakang Andi Rahmat.

Sepertinya kualitas DPR periode ini tidak lebih baik dari anggota DPR peride sebelumnya. Sungguh sangat memprihatinkan!(Detik.com)

Selasa, 20 Juli 2010
Tingkat kebebasan pers di Indonesia terus merosot. Hal ini dapat dilihat dari indeks kebebasan pers hasil pengamatan Reporters Without Borders tahun 2009, yang menempatkan Indonesia di posisi 101 dari 175 negara di dunia.

Padahal, pengamatan yang sama tahun 2002 atau 4 tahun setelah reformasi, Indonesia menempati peringkat ke 57 dari 139 negara di dunia, atau peringkat ke-1 untuk wilayah Asia Tenggara.

Terus merosot, jatuh terus dari 57 ke 101,” kata mantan Ketua Dewan Pers Atmakusumah Astraatmadja dalam diskusi bertajuk ‘Kekerasan Terhadap Media, Bagaimana Menanggulanginya?’ di Jakarta Media Center, Jl Kebon Sirih, Jakpus, Selasa (20/7/2010).

Atmakusumah menilai, kemunduran kebebasan pers Indonesia di mata dunia internasional, khususnya pada 2003 (urutan 111) dan 2004 (urutan 117), disebabkan oleh beberapa tindak kekerasan yang dialami oleh wartawan.

Namun tindak kekerasan terhadap wartawan di Indonesia lumayan kecil dibanding negara lain,” kata Atmakusumah.

Untuk memperkecil potensi tekanan dan kekerasan terhadap pers, Atamakusumah mengatakan perlunya memperluas dukungan politik dari para pemimpin, baik di eksekutif, legislatif dan yudikatif.

“Dukungan ini dinyatakan secara jelas dan terbuka terhadap kebebasan pers, berekspresi dan menyatakan pendapat,” kata dia.
(Detik.com)